"Anyone who has never made a mistake has never tried anything new"
(Albert Einstein, 1879-1955)

Kegiatan 26 - 28 November 2007

Posted by Togap Marpaung 7.9.11, under | 1 comment


KERANGKA ACUAN
WORKSHOP FOR MEDICAL PHYSICIST
ON RADIATION ONCOLOGY


PENDAHULUAN
Pemanfaatan radiasi pengion dan non pengion pada pelayanan radiologi untuk diagnostik, terapi maupun kedokteran nuklir sudah semakin meningkat, baik di Rumah Sakit Pemerintah maupun Swasta yang tersebar  di seluruh Indonesia. Penggunaan yang sedemikian luas harus disertai dengan upaya  keselamatan dan keamanan radiasi (safety & security) yang maksimal mengingat bahaya radiasi dapat terjadi terhadap pasien, pekerja maupun masyarakat.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 48/Menkes/SK/I/2007 telah ditetapkan Tenaga Fisika Medik sebagai Tenaga Kesehatan termasuk dalam kelompok/jenis tenaga keteknisian medik. Fungsi tenaga fisika medik dalam pelayanan radiologi, radioterapi dan kedokteran nuklir adalah pengukuran/perhitungan dosis radiasi (radiation dosimetry), perencanaan pengobatan radiasi (radiation treatment planning), proteksi radiasi (radiation protection) dan pengamanan radiasi (radiation safety). Keempat fungsi fisika medik tersebut merupakan unsur utama dalam   keselamatan dan keamanan radiasi dalam pelayanan kesehatan, sehingga radiasi yang digunakan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada pasien dan tidak menimbulkan kerugian/bahaya baik bagi pasien, pekerja maupun masyarakat.

Tenaga Fsika Medik yang bekerja di RS saat ini adalah tenaga fungsional keahlian tingkat sarjana (S1) dari perguruan tinggi negri UGM Yogyakarta, UNDIP Semarang, ITB Bandung, UI Jakarta, UNIBRAW Malang. Sesuai standar internasional (rekomendasi IAEA) tenaga fisika medik minimal setingkat S2.

Dalam rapat konsultasi pendidikan fisika medik yang difasilitasi BAPETEN pada tanggal 6-7 September 2007 di Hotel Peninsula Jakarta, bahwa dengan memperhatikan  UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disepakati oleh seluruh peserta rapat (DIKNAS, DEPKES, BAPETEN, PERGURUAN TINGGI, ORGANISASI PROFESI) di Indonesia Tenaga Fisika Medik adalah profesi (telah lulus dalam pendidikan profesi/residensi).

Pendidikan profesi fisika medik di Indonesia saat ini masih dipersiapkan dan diperkirakan baru dapat operasional tiga-empat tahun kedepan, sehingga baru dapat menghasilkan Tenaga Fisika Medik sesuai standar lima-enam tahun kedepan. Sementara itu, dengan keluarnya  PP No. 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi dan Keamanan Sumber Radioaktif dan akan segera diberlakukannya Peraturan Kepala BAPETEN tentang Tingkat Panduan dan Uji Kesesuaian maka upaya peningkatan pegetahuan dan keterampilan dari  Tenaga Fisika Medik yang   bekerja di RS mutlak diperlukan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui Workshop dan sertifikasi bagi Tenaga Fisika Medik saat ini merupakan kebutuhan yang mendesak dilakukan.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas BAPETEN memandang perlu diselenggarakan WORKSHOP FOR MEDICAL PHYSICIST ON RADIATION ONCOLOGY  selama 3 (tiga) hari di Jakarta, dengan narasumber dalam negeri maupun luar negeri (IAEA  yang difasilitasi oleh Jurusan Fisika FMIPA UI). Peserta workshop adalah Tenaga Fisika Medik dari RSU Pusat dan Daerah. Dengan workshop tersebut diharapkan Tenaga Fisika Medik di RS dapat meningkat pengetahuan dan keterampilannya, mampu melaksanakan tugas/kewajibannya secara baik dan profesional serta siap sesuai  sertifikasi standar internasional.  


JUDUL KEGIATAN

“WORKSHOP FOR MEDICAL PHYSICIST ON RADIATION ONCOLOGY”

TUJUAN
Tujuan Umum :
Meningkatkan mutu pelayanan radiologi di rumah sakit melalui peningkatan mutu pelayanan fisika medik bidang radiodiagnostik, radioterapi dan kedokteran nuklir.
Tujuan Khusus:
1.      Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Tenaga Fisika Medik di RS dalam bidang Radiation Oncology.
2.      Peserta memperoleh sertifikat radiation oncology sesuai standar internasional.

METODA
1.      Presentasi Kepala BAPETEN
2.      Presentasi Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, Depkes RI
3.      Presentasi pakar fisika medik dan radiologi dalam negeri
4.      Presentasi pakar fisika medik dan radiologi luar negeri (IAEA)
5.      Diskusi dan tanya jawab
6.      Post test

WAKTU DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN
Workshop For Medical Physicist On Radiation Oncology diselenggarakan pada bulan Nopember 2007, selama 3 (tiga) hari di Bapelkes Jakarta.

PESERTA
Peserta workshop berjumlah 50 (lima puluh) orang terdiri dari peserta, panitia dan narasumber, dengan rincian sebagai berikut :

1.       
Panitia  ....................................................
10
orang
2.       
Narasumber Profesi  ...............................
2
orang
3.       
Narasumber Perguruan Tinggi  ..............
2
orang
4.       
Narasumber Ditjen Bina Yanmed  .........
2
orang
5.       
Narasumber BAPETEN  .........................
2
orang
6.       
Narasumber (Expert) dari IAEA  ...........
2
orang
7.       
Peserta  ....................................................
30
orang

JUMLAH
50
orang

BIAYA
Biaya penyelenggaraan Workshop For Medical Physicist On Radiation Oncology dibebankan pada APBN BAPETEN tahun anggaran 2007. 

Kegiatan 6 – 7 September 2007

Posted by Togap Marpaung 7.9.11, under | No comments


Agar Rapat Konsultasi Teknis Pendidikan Tenaga Fisika Medik sukses maka rapat-rapat persiapan terlebih dahulu dilakukan oleh para tokoh kunci dari HFMBI, IKAFMI dan Bapeten.
 
RAPAT
Rabu, 22 Agustus 2007
Pembukaan
Pak Sinaga
  • Permenkes yang terkait dengan fisika medik telah diterbitkan
  • Bagaimana menciptakan Tenaga Fisika Medik dan mengelola Tenaga Fisika Medik yang ada pada saat ini.
  • Dalam waktu dekat akan ada workshop Tenaga Fisika Medik
Masukan
 
Bu Djarwani
  • IAEA telah mengembangkan draf terkait dengan Tenaga Fisika Medik
  • Saat ini lebih dari 40 Tenaga Fisika Medik telah ada
  • Pada workshop ini akan hadir 3 pakar IAEA dan 20 peserta Tenaga Fisika Medik
  • Pada workshop diharapkan dapat diterbitkan sertifikat profesi Tenaga Fisika Medik.
  • Workshop direncanakan pada tanggal 26-30 Nov 2007
  • Pemberian sertifikat dilakukan (ditandatagani) oleh Lembaga Gabungan dari Organisasi Profesi Kedokteran (a.l. PORI/PDSRI/PDSKNI), organisasi profesi fisika medik (HFMBI dan IKAFMI), dan Jurusan Fisika Medik di Universitas.
  • Awal November akan diberikan pengantar/pendahuluan sebelum pemutihan (sertifikasi) diberikan pada akhir bulan November.
  • Sekjen Depkes dan Pak Tugiyono diharapkan dapat hadir dalam rapat konsultasi.
Pak Sudharto
  • Depkes telah menganggarkan untuk pendidikan Tenaga Fisika Medik
  • Perlu dibicarakan mekanisme pendidikan profesi selanjutnya setelah pemutihan telah dilakukan.
Penutup
Pak Sinaga
  • Pada akhir tahun 2007 diharapkan telah ada Qualified Expert untuk Compliance Testing
  • Peserta workshop melibatkan pihak universitas (diantaranya UI, UGM dan UNDIP).



RESUME
RAPAT PERSIAPAN KEGIATAN
(Bapeten, 3 September 2007)
“Rapat Konsultasi Teknis Pendidikan Tenaga Fisika Medik Antarlembaga Terkait – Bapeten, Depkes, Batan, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, dan Organisasi Profesi”

Poin-poin penting:
  • Bahan rapat dalam bentuk hardcopy dan softcopy (CD)
  • Bahan presentasi dapat diserahkan ke panitia paling lambat pada selasa, 4 Sept 2007
  • Name tag untuk panitia dan peserta
  • Sertifikat untuk narasumber dan sertifikat kehadiran untuk peserta yang diterbitkan oleh BAPETEN
  • Spanduk kegiatan oleh pihak hotel/event-organizer (Pak Muslim)
  • Seminar Kit oleh Mukhlisin (Bapeten)
  • MC oleh Desi Susanti/Putri
  • Tim Perumusan bertanggung jawab membuat draf rumusan seluruh hasil presentasi dan masukan
  • Papan Nama Peserta Utama (Asal Instansi) dan Pembicara.
  • Peserta segera dihubungi untuk konfirmasi oleh pihak Depkes dan Bapeten
  • Panitia mengenakan 
    •  Pada hari I     : kemeja berdasi untuk pria dan blazer untuk wanita
    •  Pada hari II    : batik.
  • Pertemuan sebelum acara (Hari Rabu, 5 Sep 2007 jam 10.00) untuk persiapan acara.
  • Pembukaan dan Presentasi Kebijakan dilakukan oleh Deputi PI (menggantikan Kepala Bapeten)
  • Bahan presentasi untuk Deputi PI perlu dipersiapkan.
JADWAL ACARA (tentatif)
HARI PERTAMA, 6 SEPTEMBER 2007
WAKTU
ACARA
PEMBICARA / MODERATOR / PANITIA
09.00 – 10.00
Registrasi
Panitia
10.00 – 10.05
Laporan Kegiatan
Ketua Panitia – Togap Marpaung
10.05 – 10.15
Pembukaan
Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Bapeten – Suhartono Zahir
10.15 – 10.30
Coffee Break
Panitia
10.30 – 10.50
Presentasi I
Kebijakan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Bidang Medik
Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Bapeten – Suhartono Zahir


Dirjen Bina Yanmedik Depkes – Farid W. Husain

Moderator : Deputi Bidang PKN –    As Natio Lasman
10.50 – 11.10
Presentasi II
Kebijakan Departemen Kesehatan dalam Pembinaan Tenaga Fisika Medik dalam Pelayanan Radiologi
11.10 – 12.00
Diskusi dan Tanya Jawab
12.00 – 13.00
ISHOMA
Panitia
13.00 – 13.20
Presentasi III
Regulasi tentang Keselamatan Radiasi dalam Bidang Medik (Radiologi Diagnostik dan Intervensional, Radioterapi, dan Kedokteran Nuklir)
Direktur Perizinan FRZR – Martua Sinaga






Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik – Dr. H. Abdul Rival, M.Kes.
Moderator : Direktur P2FRZR - Noviyanti Noor
13.20 – 13.40
Presentasi IV
Kompetensi Tenaga Fisika Medik
13.40 – 14.40
Diskusi dan Tanya Jawab
14.40 – 15.10
Presentasi V
Kompetensi yang diperlukan sebagai Tenaga Fisika Medik dalam Pelayanan Radiologi (Diagnostik dan Intervensional, Radioterapi, dan Kedokteran Nuklir)
Prof. dr. H. M. Djakaria,. Sp.Rad (K) Onk. Rad


Moderator: Direktur Inspeksi FRZR - Azhar

15.10 – 16.10
Diksusi dan Tanya Jawab
16.10 – Selesai
Coffee Break
Panitia
HARI KEDUA, 7 SEPTEMBER 2007
09.00 – 09.15
Presentasi VI
Kurikulum Pendidikan Fisika Medik di UNDIP

Ketua Prodi Fisika Medik-UNDIP


Ketua Prodi Fisika Medik-ITB


Ketua Prodi Fisika Medik-UI


Moderator: Kepala BHO - Dr. Guritno Lokollo
09.15 – 09.30
Presentasi VII
Kurikulum Pendidikan Fisika Medik di ITB
09.30 – 09.50
Presentasi VIII
Kurikulum Pendidikan Profesi Tenaga Fisika Medik
09.50 – 10.20
Diskusi dan Tanya Jawab
10.20 – 10.35
Coffee Break
Panitia
10.35 – 11.35
Perumusan
Panitia
11.35 – 11.45
Laporan Hasil Perumusan
Direktur Perizinan FRZR - Martua Sinaga
11.45 – 11.55
Penutup
Kepala Bapeten – Sukarman Aminjoyo
11.55 - Selesai
ISHOMA
Panitia